SINUSITIS

Written by DR Santi Hoesodo

Sinusitis berasal dari akar bahasa Latinnya, akhiran umum dalam kedokteran itis berarti peradangan karena itu sinusitis adalah suatu peradangan sinus paranasal. Di sekitar rongga hidung terdapat empat sinus yaitu sinus maksilaris ( terletak di pipi) , sinus etmoidalis ( kedua mata) , sinus frontalis (terletak di dahi) dan sinus sfenoidalis ( terletak di belakang dahi).

Secara klinis sinusitis dibagi atas:

1. Sinusitis akut.

2. Sinusitis subakut.

3. Sinusitis Kronis.

Gejala sinusitis bervariasi pada masing-masing orang. Satu orang mungkin memiliki semua gejala, sementara yang lain mungkin hanya muncul satu atau dua gejalanya.  Sinusitis akut biasanya menyakitkan, sedangkan sinusitis kronis umumnya lebih ringan.

Gejala yang paling umum adalah:

1. Tersumbat atau hidung beringus.

2. Keluarnya cairan / ingus bening (seperti pada sinusitis kronis), atau kuning atau hijau tebal dari hidung, kadang-kadang diwarnai dengan darah (seperti pada sinusitis akut).

3. Bersin dan / atau batuk.

4. Nyeri di atas jembatan hidung.

5. Sakit kepala yang lebih buruk di pagi hari, ketika membungkuk, atau ketika naik lift.

6. Postnasal drip / lender yang menetes perlahan dari sinus ke bagian belakang tenggorokan, menyebabkan batuk, bau mulut, atau rasa tidak enak dari hidung ke tenggorokan.

7. Sering berdeham.

8. Gatal mata dan hidung.

9. Berkurangnya sensitivitas indera penciuman dan perasa.

10. Buruk napas.

11. Demam dan kedinginan.

12. Nyeri di langit-langit mulut atau gigi.

13. Sakit di bagian muka dan mata.

FAKTOR PENYEBABNYA:

Berdasarkan penyebabnya, sinusitis dibedakan menjadi:

1.  Rhinogenik (penyebabnya adalah kelainan atau masalah di hidung), Segala sesuatu yang menyebabkan sumbatan pada hidung dapat menyebabkan sinusitis. Bisa disebabkan oleh infeksi virus (misalnya setelah suatu infeksi virus pada saluran pernapasan seperti flu/pilek), bakteri, dan jamur.

2.  Dentogenik/Odontogenik (penyebabnya adalah kelainan gigi), yang sering menyebabkan sinusitis adalah infeksi pada gigi geraham atas (pre molar dan molar).

PENGOBATAN:

Pengobatan sinusitis tergantung dari penyebabnya. Antibiotika hanya diberikan untuk sinusitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, tidak untuk sinusitis yang disebabkan oleh infeksi virus atau alergi tidak. Selain antibiotika, obat golongan dekongestan juga digunakan untuk mengurangi gejala penyumbatan. Obat golongan analgetik-antipiretik untuk mengurangi rasa nyeri dan demam.

Hal-hal berikut bisa dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman:

* Menghirup uap dari sebuah vaporizer atau semangkuk air panas.

* Obat semprot hidung yang mengandung larutan garam.

* Kompres hangat di daerah sinus yang terkena.

Bila pengobatan yang dilakukan tidak berhasil maka kadang-kadang diperlukan suatu tindakan pembedahan, dengan tujuan untuk membuka dan membersihkan daerah sinus paranasal yang menjadi sumber penyumbatan dan infeksi sehingga ventilasi dan drainase dapat lancar kembali.

(Source: dari berbagai sumber)

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.81.110.114

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online