Mengenal Diabetes Mellitus

Written by Dr. Santi Hoesodo

Apa itu Diabetes Mellitus?

Diabetes mellitus terjadi karena kadar gula dalam darah meningkat akibat gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.

Pada umumnya Diabetes Melitus (DM) dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu:

1. DM type I. atau disebut DM yang tergantung pada insulin. DM ini disebabkan akibat kekurangan insulin dalam darah yang terjadi kerusakan fungsi sel beta di pancreas, auto imun, dan idiopatik.  Gejala yang menonjol adalah terjadinya sering kencing (terutama malam hari), sering lapar dan sering haus, sebagian besar penderita DM type ini berat badannya normal atau kurus. Biasanya terjadi pada usia muda dan memerlukan insulin seumur hidup.

2. DM type II atau disebut DM yang tak tergantung pada insulin. DM ini disebabkan insulin yang ada tidak dapat bekerja dengan baik, kadar insulin dapat normal, rendah atau bahkan bahkan meningkat tetapi fungsi insulin untuk metabolisme glukosa tidak ada/kurang. Akibatnya glukosa dalam darah tetap tinggi sehingga terjadi hiperglikemia, 75% dari penderita DM type II dengan obesitas atau ada sangat kegemukan dan biasanya diketahui DM setelah usia 30 tahun.

Di samping itu ada DM tipe lain yaitu (1) DM karena kelainan genetik, penyakit pankreas, obat, infeksi, antibodi, sindroma penyakit lain. Dan (2) DM yang terjadi pada masa kehamilan = Gestasional.

Apa saja gejala Diabetes Mellitus?

Gejala yang umum yang sering dijumpai pada penderita diabetes mellitus adalah:

1. Sering kencing (Polyuria).

2. Sering merasa haus (Polydipsia).

3. Sering merasa lapar (Polyphagia).

4. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki.

5. Sering merasa gatal.

6. Mengalami rabun penglihatan secara tiba-tiba.

7. Cepat lelah dan lemah setiap waktu dan mengantuk.

8. Kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya.

9. Adanya gangguan seksual.

10. Apabila luka/tergores (korengan) lambat penyembuhannya.

Bagaimana kita mengetahui kalau kita menderita DM selain melihat gejala-gejala di atas?

Untuk mengetahui apakah seorang menderita DM yaitu dengan memeriksakan kadar gula darah.

Kadar gula darah normal adalah:

- Pada saat : Puasa (nuchter) : 80 ≤ 110 mg/dl.

- Setelah makan : 110  ≤ 160 gr/dl.

Pemeriksaan lain yang juga perlu adalah pemeriksaan kadar gula darah dalam urine/ kencing yang hasilnya positif jika menderita DM.

Apakah penyakit DM menimbulkan Komplikasi?

Ya, penyakit DM dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Jika kadar gula darah terus menerus tinggi, lama kelamaan akan timbul penyulit (komplikasi) yang pada dasarnya terjadi pada semua pembuluh darah misalnya :

- Makrovaskular→ stroke, penyakit jantung koroner, ulkus/ gangren.

- Mikrovaskular→ retina (retinopati) dan ginjal (gagal ginjal kronik), syaraf (stroke, neuropati).

- Koma→ hiperglikemi, hipoglikemi, stroke.

Jika sudah terjadi penyulit ini maka usaha untuk menyembuhkan keadaan tersebut kearah normal sangat sulit. Oleh karena itu, usaha pencegahan dini untuk penyulit tersebut diperlukan dan diharapkan sangat bermanfaat untuk menghindari terjadinya berbagai hal yang tidak menguntungkan.

Bagaimana pengobatan untuk penderita Diabetes Melitus?

Tujuan pengobatan penderita DM adalah:

1. Untuk mengurangi gejala.

2. Menurunkan BB bagi yang kegemukan.

3. Mencegah terjadinya komplikasi.

Hal ini dapat dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu:

1. Diit.

Pengaturan pola makan dengan pembatasan kalori, terlebih pada penderita dengan overweight / kelebihan berat badan. Penderita DM sangat dianjurkan untuk menjalankan diit sesuai yang dianjurkan. Penderita DM yang mendapat pengobatan anti diuretik atau insulin, harus mentaati diit terus menerus baik dalam jumlah kalori, komposisi dan waktu makan harus diatur.

2. Obat-obatan.

Tablet/suntikan anti diabetes diberikan, namun terapi diit tidak boleh dilupakan dan pengobatan penyulit lain yang menyertai /suntikan insulin.

3. Olah Raga.

Dengan olahraga teratur sensitivitas sel terhadap insulin menjadi lebih baik, sehingga insulin yang ada walaupun relatif kurang, dapat dipakai dengan lebih efektif. Olahraga sebaiknya dilakukan 1-2 jam sesudah makan terutama pagi hari selama ½ - 1 jam perhari, minimal 3 kali/minggu.

4. Penderita DM sebaiknya konsultasi gizi kepada dokter atau nutritionis (ahli gizi) setiap 6 bulan sekali untuk mengatur pola diit dan makan guna mengakomodasikan pertumbuhan dan perubahan BB sesuai pola hidup.

Bagaimana mencegah DM?

DM dapat dicegah dengan menerapkan hidup sehat sedini mungkin yaitu dengan mempertahankan pola makan sehari-hari yang sehat dan seimbang dengan meningkatkan konsumsi sayuran, buah dan serat, membatasi makanan yang tinggi karbohidrat, protein dan lemak, mempertahankan BB yang normal sesuai dengan umur dan tinggi badan (TB) serta olah raga (OR) teratur sesuai umur & kemampuan.

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.81.110.114

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online