Apa itu Keputihan? Fluor Albus

Written by Dr. Santi Hoesodo

Keputihan atau secara istilah kesehatan disebut fluor albus atau leukorrhea adalah merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita.

Tidak semua keputihan itu merupakan penyakit. Ada saat-saat tertentu vagina akan mengeluarkan cairan yang mutlak diperlukan guna membasahi dinding vagina agar selalu bersih. Cairan ini berasal dari saluran kelamin maupun dari dinding selaput lendir rahim. Fungsinya adalah sebagai pelumas saat berhubungan dan menjaga keasaman vagina sehingga bisa mencegah terjadinya infeksi.

Keputihan dapat dialami wanita pada usia produktif / subur, namun tidak tertutup kemungkinan terjadi pada anak-anak dan usia tua.

Gejala fluor albus atau keputihan dapat dibedakan menjadi dua:

1. Keputihan yang normal seperti diatas biasanya cairan jernih, tidak berwarna, tidak gatal dan jumlah cairan bisa sedikit atau sedang. Keluarnya cairan tersebut pada saat masa-masa sebelum haid, sesudah haid, pada pertengahan siklus atau pada saat ovulasi, serta saat mendapat rangsangan seks.

2. Keputihan yang abnormal disebut juga keputihan patologis apabila terjadi di luar masa-masa tersebut disertai perubahan warna, bau, dan keluar dengan jumlah yang agak berlebihan. dan biasanya ada rasa gatal atau panas, dan sakit saat buang air kecil atau saat berhubungan. Keputihan yang disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan di sekitar bibir vagina bagian luar.

Penyebab keputihan

Penyebab utama fluor albus abnormal adalah infeksi daerah genital.  Bisa infeksi di daerah vulva, vagina, mulut rahim, selaput lendir rahim, dan saluran telur. Infeksi ini bisa berwujud jamur, kuman, dan hewan bersel satu. Penyebab lainnya adalah kondisi tubuh yang menurun atau kelelahan, perubahan hormon tubuh, dan masuknya benda asing.

Pengobatan

Untuk pengobatan, tentunya harus diketahui terlebih dahulu penyebab keputihan tersebut. Untuk kasus keputihan yang abnormal sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan. Jangan menundanya sampai parah, karena dapat berdampak infeksi ke arah saluran atas yang tentunya lebih berbahaya efeknya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah keputihan diantaranya adalah:

1. Penting untuk menjaga kebersihan pribadi (personal hygiene), terutama organ reproduksi.

2. Penggunaan pakaian dalam harus bersih, tidak ketat, dan mudah menyerap keringat.

3. Sering mengganti pembalut pada saat haid.

4. Hindari menggunakan pembersih vagina. Jika tak sedang menderita keputihan, bersihkan vagina dan sekitarnya cukup dengan air bersih saja, tidak usah yang mengandung sabun/ antiseptik karena khawatir dapat merusak kuman yang baik.

5. Berkonsultasi dengan dokter jika terjadi keputihan yang abnormal. Dokter akan memeriksa kuman apa yang menimbulkan infeksi dan meresepkan antibiotika atau anti jamur yang sesuai.

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.226.172.30

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online