JERAWAT: Apa dan Bagaimana Merawatnya

Written by DR. Santi Hoesodo

Merah dan ranum! Kalau untuk buah-buahan sih ok saja. Tapi untuk keadaan berjerawat. Aduh...siapa juga yang mau. Penulis ingat semasa SMA kalau ada teman yang berjerawat besar dan gedhe-gedhe yang menyakitkan hati adalah olokan teman yang mengatakan awasss gunungnya mau meletus. Hmm....

Apa sih jerawat itu?

Merupakan peradangan kronis dari folikel pilocebaceous (salah satu kelenjar pada kulit), disertai penyumbatan dan penimbunan keratin, ditandai denganadanya komedo, pustula, nodula, dan kista.

Jerawat bisa datang ke siapa saja. Bisa ke laki-laki, perempuan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Namun karena hormon mempengaruhi terjadinya jerawat, maka kaum remaja banyak yang mempunyai keluhan seputar jerawat. Untuk kaum dewasa, wanita barangkali yang mengalami masalah jerawat yang berkaitan erat dengan perubahan hormonal seperti kehamilan, siklus menstruasi, dan pemakaian pil KB.

Jerawat biasanya muncul di wajah, leher, bahu, dada, punggung dan bahu, dan maaf ada juga di daerah pantat.

Jerawat pada dasarnya digolongkan dalam dua tipe:

1. Jerawat Tanpa Penanahan.

Adalah bentuk jerawat dengan banyak komedo tanpa penanahan. Komedo adalah gumpalan sebum yang tersumbat di dalam saluran pilosebaseus.

Dikenal dua macam yaitu:

- Blackhead terlihat sebagai titik-titik hitam di permukaan kulit. Permukaannya tidak tertutup oleh epitel kulit.

- White head massa sebum terlihat putih kekuning-kuningan di bawah permukaan kulit. Permukaannya tertutup lapisan epitel kulit.

2. Jerawat Yang disertai Penanahan.

Termasuk di dalamnya adalah pustules, kista abses dll.

Apa faktor utama penyebab timbulnya jerawat:

1. Produksi kelenjar minyak yang berlebihan (sebum).

2. Pengelupasan kulit mati yang tidak biasa yang menyebabkan iritasi pada folikel rambut.

3. Perkembangan bakteri.

Beberapa faktor lain yang memicu tumbuhnya jerawat dan memperparahnya diantaranya adalah:

- Perubahan hormon pada remaja baik laki-laki maupun perempuan.

- Wanita dan remaja putri dua sampai tujuh hari sebelum menstruasi.

- Wanita Hamil (masalah hormonal).

- Faktor keluarga atau keturunan.

- Orang yang melakukan pengobatan yang mempengaruhi hormon.

- Faktor Makanan yang berlemak atau pedas berpengaruh terhadap jerawat.

- Gangguan pencernaan makanan (tidak teraturnya pembuangan kotoran dapat mempengaruhi timbulnya jerawat.

- Alergi terhadap bahan makanan tertentu.

- Tindakan sering memegang-megang atau memencet jerawat dapat memperburuk keadaan jerawat.

- Pemakaian produk kosmetik yang tidak sesuai seperti kosmetika yang lengket di kulit akan menyebabkan tersumbatnya pori-pori kulit dan menyumbat saluran kelenjar minyak.

- Iklim yang panas menyebabkan kelenjar minyak bekerja lebih aktif dapat memperburuk jerawat.

- Gangguan psikis seperti stres saat akan menghadapi ujian.

Kapan Perlu ke Dokter?

Meski jerawat bukan kondisi medis yang serius, namun anda dapat melakukan pengobatan jika kulit berjerawat terus-menerus agar dapat menghindari munculnya ceruk bekas jerawat pada permukaan kulit. Akibat lain secara estetik untuk keindahan kulit.

Jenis pengobatan apa saja untuk Jerawat?

Perawatan untuk jerawat meliputi:

1. Pengurangan produksi minyak.

2. Mempercepat proses pergantian sel kulit.

3. Obati infeksi karena bakteri.

4. Mengurangi peradangan.

5.  Lakukan bersama-sama keempat hal di atas.

Pengobatan jerawat dapat dilakukan dengan berbagai macam kombinasitergantung kasus sebagai berikut:

Pengobatan Oral

Umumnya dengan pemberian antibiotik untuk kasus jerawat yang sedang danberat, tujuannya untuk mengurangi bakteri dan mengobati peradangan. Biasanya dikombinasi dengan pengobatan Topikal.

Pengobatan Topical

Untuk jerawat yang ringan. Seperti penggunaan krim atau lotion untuk jerawat. Obat ini biasanya bersifat mengeringkan minyak, membunuh bakteri dan membantu pengelupasan sel kulit mati. Kandungan aktif lotion ini biasanya adalah benzoyl peroxide, sulfur, resorcinol, salicylic acid atau lactic acid.

Jika kulit tidak merespon untuk kasus yang berat menggunakan bahan aktifseperti Tretinoin (Avita, Retin-A, Renova) dan adapalene (Differin) merupakan derifat dari vitamin A. Yang perlu dicatat obat-obatan ini hanya diberikan dokter spesialis kulit dan ahli dermatologi saja. Isotretinoin

Untuk kasus kista jerawat yang dalam. Pengobatan ini memerlukan pengawasan yang ketat oleh dermatologist karena kemungkinan munculnya efek samping. Pengobatan ini juga tidak disarankan untuk wanita hamil atau yang mungkin hamil selama perawatan.

Kontrasepsi oral

Biasanya yang mengandung kombinasi norgestimate and ethinyl estradiol (Ortho-Cyclen, Ortho Tri-Cyclen). Namun kontrasepsi oral mengandung efek samping yang perlu didiskusikan dengan dokter anda.

Laser dan light therapy

Terapi ini dapat mencapai lapisan kulit yang lebih dalam tanpa membahayakan permukaan kulit. Cara bekerjanya adalah menghancurkan kelenjar minyak agar produksi minyak berkurang. Terapi ini juga dapat memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi skar atau ceruk pada kulit akibat jerawat.

Prosedur Kosmetik

Seperti chemical Peeling dan microdermabrasi dapat membantu mengontroljerawat. Merupakan perawatan tambahan sebagai kombinasi juga untuk mengurangi keriput, dan skar minor di wajah.

Bagaimana mengurangi bekas Jerawat?

Dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung kasus:

Pemakaian krim atau serum yang dapat membantu mempercepat prosespergantian sel kulit. Untuk kasus bekas jerawat yang hitam.

Untuk masalahan skar atau ceruk bekas jerawat dapat dilakukan dengan:

- Soft tissue fillers.

- Dermabrasi.

- Microdermabrasi.

- Perawatan Laser, sinar dan radiofrequency.

- Bedah kosmetik.

Bagaimana mencegah Jerawat?

Bila jerawat sudah sembuh perawatan tetap diperlukan untuk mencegah timbulnya jerawat. Tindakan berikut ini selain mencegah juga dilakukan selama perawatan jerawat:

- Pembersihan kulit saat mandi dan sebelum tidur dengan pembersih (cleanser) yang sesuai diiringi dengan pemakaian toner untuk menghilangkan sisa pembersih.

- Pilih produk kosmetika yang sesuai.

- Hindari kosmetika yang berat dan lengket.

- Rajin membersihkan komedo.

- Hindari makanan yang berlemak dan pedas.

- Cukup minum air putih, buah dan sayur.

- Hindari melakukan scrub wajah jika sedang terjadi peradangan jerawat.

Catatan dan tips:

Pemilihan produk perawatan seperti pembersih muka, pelembab atau kosmetika apa saja harus yang benar-benar sesuai. Sesuai pada satu orang belum tentu baik untuk orang yang lain. Amati setiap produk saat pertama kali pemakaian. Jika jerawat bertambah parah sebaiknya hentikan pemakaian. Jika diulang lagi memberikan efek yang sama barangkali anda tidak sesuai dengan produk tersebut. Ganti produk yang lebih sesuai.

Jika kulit rawan berjerawat bila memungkinkan pilih produk yang berkriteria non comedogenic. Bagi yang sangat kulitnya sangat sensitif perlu dipertimbangkan memilih produk yang sifatnya ringan dan bebas parfum.

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.81.46.194

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online