Systemic Lupus Erythematosus: Waspadai Demam dan Nyeri Kepala Jika Sering Menyerang Anda

Written by dr. Denny Kusriawaty

Bunga (15 tahun), sering mengalami sakit kepala, demam disertai kejang hingga tak sadarkan diri, dokter yang merawatnya menyatakan ia terserang penyakit epilepsi, namun setelah menjalani berbagai pengobatan penyakit bunga tidak bertambah baik malah semakin memburuk! Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, Bunga baru menyadari bahwa ia terserang Systemic Lupus Erythematosus ( SLE ). Sayangnya penyakit itu sudah menyerang ginjal dan pembuluh darah, juga membawa kerontokan rambut yang sangat parah!

Systemic Lupus Erythematosus merupakan suatu peradangan kronis jaringan ikat mengenai sendi, ginjal, selaput serosa permukaan, dan dinding pembuluh darah yang belum jelas penyebabnya, tetapi melibatkan faktor lingkungan dan genetik yang menyerang wanita sepuluh kali lebih banyak dibandingkan pria. Peradangan kronis ini lebih banyak menyerang pada wanita muda dan anak-anak.

Bagaimana keluhan dan gejalanya?

Pada tahap awal gejala yang ditimbulkan oleh penderita Systemic Lupus Erythematosus dimulai dengan timbulnya demam akibat adanya satu infeksi. Gejala ini timbul-hilang selama berbulan-bulan atau mungkin bertahun-tahun yang diselingi kondisi tubuh semakin melemah dan terlihat mudah lelah. Selanjutnya keluhan pada penderita sering mendapat sakit kepala, migren, nyeri sendi, penurunan berat badan, dapat pula disertai serangan kejang tiba-tiba seperti pada penderita epilepsi, juga keluhan secara psikologis, perubahan kepribadian, mudah depresi sering merupakan keluhan awal bagi penderita Systemic Lupus Erythematosus.

Manifestasi klinis yang paling dapat dikenali pada lupus adalah ruam muka “kupu-kupu” yang biasanya timbul setelah paparan sinar matahari (pipi dan hidung memerah seperti bentuk kupu-kupu). Kerontokan rambut pada beberapa daerah kulit kepala, timbul bintik-bintik darah pada kulit karena turunnya sel trombosit, penderita mengeluh silau pada sinar yang terang.

Pada stadium lanjut dapat terjadi pendarahan selaput paru, peradangan selaput pembungkus jantung, peradangan pembuluh darah jantung dan otot jantung, timbul pembengkakan kelenjar limpa, gangguan ginjal, gangguan organik pada otak yang dapat mengakibatkan stroke.

Terapi sangat diperlukan oleh penderita

Lupus merupakan penyakit yang tidak dapat diramalkan, yang dapat menyerang kembali dan dikurangi dampak dari keaktifan penyakit lupus ini. Strategi pencegahan seperti perlindungan terhadap UV dan evaluasi serta terapi segera terhadap infeksi. Pemantauan klinis yang ketat, dengan penilaian perkembangan penyakit secara rutin sangat penting untuk menentukan kebutuhan akan terapi bagi si penderita.

Angka harapan hidup 5 tahun secara keseluruhan adalah 85 – 88%, dan 10 tahun 76 – 87%. Penyebab utama kematian pada penderita lupus ini adalah infeksi, nefritis lupus, konsekuensi gagal ginjal termasuk akibat terapi, juga penyakit paru-paru dan jantung (kardiovaskular).

Sangat disayangkan sampai sekarang belum ada cara yang efektif untuk dapat menyembuhkan penderita Systemic Lupus Erythematosus. Semoga informasi ini dapat menjadi pemahaman baru untuk para pembaca agar lebih baik lagi dalam menjaga kesehatan dengan menjalani pola hidup sehat.

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.196.74.153

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online