Catatan Klinis Penyalahgunaan Zat Terlarang pada Remaja

Written by Dr. Adji Hoesodo

Hampir 60% s.d. 70 % remaja mempunyai pengalaman buruk dengan zat-zat terlarang, 10-15% mempunyai masalah dengan alkohol dan obat terlarang lainnya dan 1-5% mengalami ketergantungan terhadap bahan kimia. Pada para remaja seringkali tidak ditemukan keluhan primer maupun sekunder.Tanda dan gejala klinis pada remaja pengguna obat jarang terjadi namun overdosis yang akut merupakan masalah yang utama.

Tanda-tanda penyalahgunaan zat terlarang ini biasanya: tingkah laku yang aneh dan perubahan emosi, kelelahan, keluhan-keluhan psikosomatik, adanya luka-luka karena terjatuh, berkelahi, kecelakaan kendaraan motor, atau hampir tenggelam, percobaan bunuh diri (menurut data 1/2 dari 2/3 remaja yang bunuh diri mempunyai riwayat penyalahgunaan zat beberapa tahun).

Berikut contoh-contoh reaksi khas pada kasus penyalahgunaan zat aktif dan terapinya:

1. Alkohol, gambaran klinis keadaan mentalnya adalah agresif, tingkah laku yang melawan, gangguan kejiwaan, mengantuk dan berbicara terputus-putus. Terapinya dengan menggunakan perawatan penunjang dan memperbaiki kelainan metabolisme (hipoglikemia, asidosis).

2. Antikolinergik, atropin, beladona, benzotropin dan sekelasnya. Adapun gambaran klinisnya adalah amnesia, citra diri yang berubah, sensori yang berkabut, koma, kekacauan, konvulsi, disorientasi, mengantuk,kegelisahan, tingkah laku yg kasar dan halusinasi visual. Terapinya dengan perawatan penunjang, fisostigmin yang harus disediakan dalam keadaan yang membahayakan jiwa misalnya koma, depresi nafas, hipertensi hebat, dan kejang yang tidak terkontrol.

3. Kelompok Kanabis: mariyuana, kashish, THC, minyak hash, sinsemilla, mempunyai gambaran klinis cemas, anoreksia kemudian mengalami peningkatan nafsu makan, kekacauan depersonalisasi, seperti mimpi, berkayal, gembira yang berlebihan, halusinasi, panik, paranoid, distorsi penggal waktu. Terapinya tdk ada yang khusus dianjurkan kecuali dengan menggunakan diazepam pada kasus kecemasan yang hebat.

4. Obat Penekan CNS ( Sistem Syaraf Pusat  seperti barbiturat dll). Gambaran klinis sbb: koma, delirium, kekacauan, disorientasi, mengantuk , bicara terputus-putus, hipotensi, ataksia, konvulsi, hipotermia, depresi nafas, edema paru. Terapinya dengan perawatan penunjang dan mantapkan jalan nafas, diureksa paksa, alkalinasi urin, hemodialisis, penunjang tekanan darah.

5. Obat Perangsang CNS (Uppers) misal obat anti gemuk, gambaran klinis sbb : menyerang, cemas, nafsu makan turun,kurang tidur, delirium, halusinasi, impulsif, berkabut, gelisah, aritmia, pandangan kabur, koma dilatasi pupil, hipertensi,mulut kering, takikardia, tremor, stroke. Terapinya dengan haloperidol, diazepam dan pasien harus diajak bicara.

6. Kokain, gambaran klinis sbb : seperti pada obat, konsentrasi meningkat dan suasana menarik, aritmia, koma, konvulsi dll. Terapi dengan propanolol intravena untuk kasus keracunan jantung, haloperidol intramaskular 2-5 mg setiap 1-8 jam, diazepam intravena untuk kejang dan selimut dingin untuk hipertermia.

7. Halusinogen, DMT, LSD, MDMA dll. Gambaran klinis : cemas, kacau, konvulasi, panik distorsi waktu dan visual, dilatasi pupil, hiperrefleksi, hipertensi dll. Terapinya dengan perawatan penunjang dan konseling psikologi di ruangan sepi, hindari obat-obat anti psikotik.

8. Opioid, kodein, heroin, metadon dan sekelasnya. Gambaran klinis sbb : euforia dan stupor, koma dilatasi pupil, hipotensi, takikardia, kedutan otot, muntah, menguap. Terapinya: Nalokson melalui intravena atau intramuskkular.

9. Fensiklidin (PCP), gambaran klinis sbb :amnesia, cemas,koma, konvulsi, impulsif, tingkah laku merusak diri sendiri,mutisme, psikosis, ataksia, pengeluaran liur, disaritmia, mioklonis, takikardia. Terapinya harus didukung konsep psikologi dan jangan mengajak pasien bicara. Biasanya digunakan diazepam intravena. Mengingat remaja adalah generasi penerus bangsa, perlu adanya suatu pengawasan dan pembinaan yang terpadu utk para generasi muda kita. Jika generasi muda kita hancur maka bagaimana dengan nasib bangsa ini? Keluarga ada merupakan gerbang pertama remaja dibimbing, untuk itu para orang tua dihimbau untuk lebih peduli kepada para putra-putrinya selain hanya memikirkan bisnis semata.

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.81.110.114

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online