Meta Medicine

Written by Dr. Aji Hoesodo

Bagi masyarakat indonesia, kemungkinan istilah meta medicine ini terasa asing. Jangankan masyarakat umum, dunia medis tanah airpun banyak yang belum mengetahui istilah ini. Apa sih meta medicine itu? Apa manfaatnya bagi dunia medis? Bagaimana prinsip kerjanya? Bagaimana contoh aplikasi dalam dunia medis?

Meta medicine  adalah suatu alat baru untuk membantu diagnosa suatu penyakit, di mana hal ini merupakan representasi dari perubahan yang sangat besar dalam memandang suatu penyakit. Meta medicine ini menurut penulis merupakan suatu tebosan dalam dunia ilmu medis yang cukup fundamental, mengingat ada suatu wacana lain dalam ilmu ini.

Dalam Buku tentang kesehatan holistik, karya Deepak Chopra's dan Louise's Hay's, menyebutkan bahwa Ada hubungan antara badan, pikiran, mental-emosional dan penyakit. Paling tidak ini merupakan hasil kajian dewasa ini oleh para peneliti dari Eropa.

Ada 10 prinsip utama dalam definisi dan pengertian tentang penyakit, pengobatan dan kesehatan yang sempurna. Jadi tidak hanya badan-pikiran saja yang berhubungan tapi adanya suatu hubungan  antara organ-mind-brain- social connection. Tapi masing-masing brain ( otak ) berhubungan secara khusus terhadap organ tertentu dan terepresentasi dengan pengalaman sosial-lingkungan dan trauma atau konflik tertentu.

Adapun 10 prinsip utama itu adalah:
1. Symtoms as biological meaningful reactions
2. Synchronous unity of body, mind, spirit and environment
3. Disease as a process : The major point and phases of  a disease cycle
4. Significant emotional experience as beginning of disease process
5. Brain : overdetermined computer relay for all organs
6. Embryonic layers : evolutionary understanding of organ reaction under stress and
in regeneration
7. Microbes : viruses, bacteria, fungi as biological helpers
8. Self Healing : vitality and life energy for improved healing
9. Subjective perception : body and environment as feedback
10.Spirit : Health through knowledge and awarness

Dalam penelitian terkini, banyak ditemukan terjadinya biological conflict shocks yang berhubungan dengan pengalaman emosional dan  penyakit sebelumnya. Hal ini dimungkinkan organisme tubuh akan memberikan reaksi yang selama ini kita sebut " penyakit " dan symtoms.

Ilmu meta medicine ini memang sangat revolusioner, karena menggambarkan jejak pertama suatu proses penyakit itu dimulai, karena setiap organ sangat berhubungan dengan trauma biologis tertentu. Sebagai contoh kulit (lapisan epidermis) dipengaruhi oleh trauma kehilangan kontak dengan seseorang, paru-paru (alveoli) sangat dipengaruhi oleh trauma takut akan kematian dan lain-lain.

Hal ini berarti prinsip ke holistic an dari pandangan meta medicine sangat berarti untuk diadakan terapi selanjutnya. Mengapa hal ini sangat penting ? Ya karena dengan pendekatan holistic dan exploratif terhadap suatu symtoms  akan menghasilkan diagnosis yang lebih presisi sehubungan dengan keterkaitan antara organ-mind-brain dan social environment. Sebagai terapis ataupun paramedis tentunya akan banyak diuntungkan dalam menambil langkah-langkah yang tepat untuk treatment selanjutnya secara terpadu.

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.158.50.26

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online