Belajar Dari Kematian (1)

Written by Dr. Adji Hoesodo

Pernahkah kita merenungkan bahwa suatu saat kita akan menghadapi kematian? Pernahkan kita merenungkan jika sesuatu yang disebut kematian itu menimpa pada orang yang kita cintai? orang tua? anak? pasangan kita? Apa sih kematian itu? Kenapa semua mahkluk akan mengalami kematian? Apasih konsekwensi dari kematian? Dan apa sih yang perlu dipersiapkan sebelum kita mendekati kematian? Dan masih banyak lagi pertanyaan kita sebagai manusia yang lahir di bumi, yang mana diberikan akal budi oleh Tuhan untuk memikirkan fonomena ini secara mendalam. Di sinilah kita sebagai manusia sebagai mahkluk mulia yang diciptakan Tuhan dibandingkan dengan mahkluk lain seperti hewan, tumbuh-tumbuhan dan malaikat.  Pemikiran yang mendalam mengenai kematian akan membuka cakrawala hati dan pikiran untuk mempersiapkan kematian itu dengan sebaik-baiknya. Artinya ada suatu konsekwensi logis baik sebelum kita mati ataupun setelah menghadapi kematian itu sendiri. Hal ini jelas membutuhkan suatu keyakinan akan ketentuan Tuhan ini.

Konsekwensi manusia dalam mempersiapkan kematian ini merupakan suatu perwujudan amal perbuatan yang direpresentasikan sebagai menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.  Dan manusia juga akan menerima konsekwensi logis dalam kehidupan sesudah mati. Disinilah sebenarnya kalau kita mau berpikir bahwa kehidupan di akherat ini adalah kehidupan yang kekal dan abadi. Bahagiakah kita di sana (akherat) ?  Semua ini tergantung kita sebagai manusia. Jika kita banyak menabung amal didunia, maka kita akan bahagia di akherat, namun kita akan menderita di akherat karena amal perbuatan buruk kita selama diberi kesempatan oleh Tuhan di dunia.

Banyak misteri kehidupan ini di mana manusia sebagai aktor yang diberi karunia akal budi ini tidak mau merenungkan betapa indah dan karunia yang diberikan Tuhan untuk manusia. Tidak terbatasnya rejeki dan karunia dari Tuhan memang tidak dapat dijangkau semua manusia di dunia karena terbatasnya kemampuan manusia untuk memanfaatkan semua nikmat Tuhan ini. Tapi sayangnya kita manusia tidak semuanya mau berpikir sedalam itu. Lihat betapa banyak fonomena lelakon didunia ini yang sangat kontras dengan seruan nikmat ini. Banyak penympangan-penyimpangan yang dilakukan manusia akibat ambisi, nafsu dan keserakahan dalam mencapai cita-cita. Sehingga tidak mempertimbangkan lagi aturan main dan ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh Tuhan.

Dengan belajar dari kematian, maka manusia akan lebih mengontrol hidup dan kehidupannya. Manusia boleh berencana namun semua itu Tuhanlah yang menentukan. Masa lalu biarlah sebagai kenangan yang indah  sebagai guru bagi kita manusia. Masa depan adalah penuh misteri yang belum tahu kemana Tuhan akan membawa kehidupan kita. Justeru dengan kita memaksimalkan hari ini kita akan bisa merasakan nikmat Tuhan yang tiada tara. Artinya bagaimana kita berkonsep bahwa hari ini kita niati untuk lebih baik dari hari kemarin dalam segala aspek kehidupan kita.

Ada yang menarik dalam pelajaran kematian ini. Penulis mempunyai pengalaman yang sangat memilukan karena kehilangan  anak laki-laki satu-satunya dan sangat dicintai dan dibanggakannya. Sebagai orang tua yang sangat peduli dengan masa depan anak, kami sudah sangat mempersiapkan kehidupan yang layak untuk anak-anak baik dari segi material maupun moral. Dikarenakan penulis sudah pernah mengalami kehidupan yang serba tidak kecukupan dan kemiskinan yang sangat, terlebih pengalaman pahit bagaimana penulis menyelesaikan kuliah di UI sambil bekerja srabutan dan menjadi sopir untuk sekedar dapat makan, bayar kos dan bayar kuliah. Pengalaman pahit ini, menjadi cambuk bagi penulis untuk mempersembahkan segala sesuatunya untuk keluarga dan anak-anak.

Itulah episode kehidupan yang sekarang sedang penulis jalankan. Kami kehilangan anak di mana kami sekeluarga dalam keadaan materi yang sangat berkecukupan. Saya sudah membayangkan, bagaimana bahagianya melihat anak-anak kami nanti tumbuh sukses dan mendapat kehidupan terbaiknya nanti. Anak-anak kami persiapkan dengan bekal pasif income dari aset-aset yang kami peruntukkan untuk anak-anak.  Dengan asumsi jika kami tua anak-anak tidak akan terlantar di kemudian hari karena biaya hidup dan sekolah semakin mahal. Kami sebagai orang tua cukup meminta anak-anak untuk taat beribadah, rajin belajar dan bakti sama orang tua.

Dengan meninggalnya anak kami Karisa Immaduddin Rezaldy, kami dituntut untuk iklas dan sabar menghadapi cobaan ini. Apakah kami akan lulus ujian atau tidak. Namun Tuhan mengatakan bahwa tidak ada ujian yang diberikan Tuhan tanpa melebihi batas kemampuan kita. Kami sadar betapa berat ditinggal anak yang masih lucu dan selalu memberikan motivasi kepada kami semua dalam mempersembahkan kehidupan terbaik untuk keluarga. Inilah misteri Tuhan yang kita tidak pernah tahu. Untuk itu kenapa artikel ini ditulis, karena penulis perlu sharing terhadap sesama dalam memandang hidup. Karena banyak sekali perilaku manusia yang seolah-olah hanya mengejar kesenangan duniawi saja, tanpa mempertimbangkan adanya suatu proses hidup yang lebih kekal dan abadi disana.

Dengan belajar dari kematian, kita akan dituntun untuk mamandang bahwa segala sesuatu tidak ada yang abadi, hanya Tuhanlah yang abadi. Sadarkah buat apa kita menumpuk harta hanya untuk melaksanakan hasrat duniawi saja? Akan berbeda jika kita mengejar cita-cita didunia sebagai amal untuk semata dan ditujukan untuk berbisnis dengan Tuhan, sehingga kita akan mendapai ridho-Nya. Ingatlah akan kematian karena Kematian itu sebenarnya sudah ditentukan oleh Tuhan, dan tidak ada yang bisa memajukan atau mengundurkannya. Ini ketetapan Tuhan. Jaga segala tindak-tanduk anda karena Tuhan Maha Mengetahui apa yang ada di hati manusia, dan akan dicatat segala amal perbuatannya di akherat.
Jika manusia mati segala harta benda, kedudukan, jabatan dan ketenaran tidak akan dibawa di akherat. Hanya amal perbuatan yang akan dihitung. Sudahkah manusia memikirkannya? Ingatlah masa lalu sebagai kenangan indah dan guru, dan masa depan penuh misteri Tuhan. Maka gunakanlah hari ini sebagai hari yang penuh nikmat dan syukur untuk selalu mempersembahkan yang terbaik dibanding hari-hari sebelumnya.

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.196.74.153

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online