Jika Anda Mendapat Masalah Seputar Lalu Lintas

Masalah hukum yang terjadi dalam ranah lalu lintas, ada dan diatur dalam no 22/2009 tentang lalu lintas dan jalan raya. Maksud dari pembuatan undang-undang ini merupakan suatu harapan terciptanya lalu lintas yang tertib dan ramah bagi para pengguna jalan. Sehingga dengan adanya informasi ini anda sebagai pengguna jalan bisa mengantisipasi jika terjadi pelanggaran di jalan raya. Beberapa contoh pelanggaran yang terjadi di jalan raya bisa disimak berikut ini disertai dengan dasar hukum yang bisa menjerat si pelanggar dengan disertai ancaman hukumannya.

Tabrak lari
Pelaku tabrak lari akan dijerat dengan pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.  Dan pelaku bisa dijerat juga dengan UU No. 22/2009 pasal 312, pelaku didenda hingga Rp 75.000.000 ( tujuh Lima juta rupiah ) atau penjara hingga tiga tahun

Korban kelalaian angkutan umum
Sopir yang mengemudikan kendaraan yang menyebabkan  kecelakaan  bahkan meninggalnya korban bisa dituntut dengan pasal 359 KUHP dengan  tuntutan pidana kurungan lima tahun penjara. Sedangkan pengusaha angkutan bisa kena tuntutan perdata sesuai dengan 1367 KUH Perdata untuk bertanggung  jawab atas peristiwa ini.

Mengemudikan kendaraan dengan arah berlawanan
Tindakan mengemudi melawan arah melanggar UULAJ No.22/2009 pasal 106 ayat empat (4) dengan ancaman kurungan paling lama dua bulan dan denda paling banyak Rp.500.000 ( lima ratus ribu rupiah ) sesuai pasal 287 ayat 2

Mengemudikan kendaraan dengan tidak menyalakan lampu pada malam hari.
Pengemudi akan dikenai pasal 285 ayat 1 dan ayat 2 UULLAJ, dengan ancaman menginap selama satu bulan dalam bui, atau denda sebanyak RP 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah ) dan Rp 500,000 ( Lima ratus ribu rupiah )

Jika pengemudi menabrak kendaraan lain, maka hukumannya penjara maksimal 6 bulan atau denda Rp.1.000.000 ( satu juta rupiah ) ( pasal 310 ayat 1 UULLAJ )

Jika ada korban dengan luka ringan, maka hukumannya jadi penjara 1 tahun atau denda sebesar Rp 2.000.000 ( pasal 310 ayat 2 UULLAJ )

Jika ada korban luka berat atau meninggal, maka hukumannya jadi hukuman penjara 5 tahun dan 6 tahun serta dikenai denda Rp 10.000.000 dan Rp 12.000.000, (menurut ketentuan pasal 310 ayat 3 dan ayat 4 UULLAJ )

Kendaraan menerjang trotoar
Pengemudi akan dikenai sangsi pidana kurungan dua bulan ( pasal 284 UU LLAJ )

Kendaraan berbelok dengan tidak menyalakan lampu sign
Pengemudi bisa dikenai sangsi kurungan 1 bulan atau dengan denda Rp 250.000.000 ( pasal 294 UULLAJ No.22/2009 )

Tidak memiliki STNK
Pengemudi bisa diancam hukuman kurungan 2 bulan atau denda Rp 500.000 ( pasal 288 ayat 1 UU LLAJ )

Kendaraan pindah jalur tidak menyalakan lampu sign
Pengemudi bisa dikenai sangsi hukuman kurungan satu bulan atau denda Rp 250.000 ( pasal 295 UU No.22 /2009 ), jadi jika anda mendapat musibah kecelakaan krn ada mobil di depan anda yg pindah jalur tanpa  menyalakan sign

Mengemudi sambil telepon
Pengemudi bisa dikenai sangsi penjara kurungan 3 bulan atau denda  Rp 750.000,-  ( pasal 283 UU No.22 /2009 )
(Dihimpun dari berbagai sumber)

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.167.242.107

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online