SEPUTAR IJIN HAK CIPTA

HAK CIPTA diberikan sebagai pengakuan kepada setiap karya pencipta dalam bentuk yang khas dan menunjukkan keasliannya baik dalam bidang ilmu pengetahuan, seni maupun sastra. Berikut pengetahuan dan langkah-langkah sekitar ijin hak paten dan dasar hukumnya .

1.    Ketentuan Hukum Hak Cipta
a.    UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
b.    PP No. 1 tahun 1989 tentang penerjemahan dan/atau perbanyakciptaan untuk Kepentingan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, Penelitian dan Pengembangan.
c.    Peraturan Menteri Kehakiman No.M.01-HC.03.01 tahun 1987 tentang Pendaftaran Penciptaan.
d.    SE Menteri Kehakiman No. M.02.HC.03.01 tahun 1991 tentang Kewajiban Melampirkan NPWP dalam Permohonan Pendaftaran Ciptaan dan Pencatatan Pemindahan Hak Cipta Terdaftar.

2.    Ciri – ciri hak cipta
a.    Hak cipta yang dilindungi : ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra, musik, buku ceramah, seni tari, program computer, dan lain-lain
b.    Kriteria perlindungan : Ciptaan yang asli/orisional
c.    Jangka waktu perlindungan : seumur hidup + 50 tahun setelah pemegang hak meninggal dunia
d.    Cara mendapatkan hak : secara otomatis, tidak ada kewajiban mendaftrakan
e.    Bentuk pelanggaran : secara substantif bagian-bagiannya telah difotokopi, terdapat kesamaan, diperbanyak atau diumumkan tanpa ijin
f.    Sanksi pidana : maksimal 7 tahun dan atau denda Rp 5 milyar
Untuk memperoleh perlindungan hak cipta pencipta tidak wajib mendaftarkan ciptaannya. Namun, demi kepentingan pencipta atau pemegang hak cipta surat pendaftaran ciptaan tetap penting terutama jika ada permasalahan hukum di kemudian hari. Surat pendaftaran dapat dijadikan sebagai alas bukti awal untuk menentukan siapa pencipta atau pemegang hak cipta yang lebih berhak atas suatu ciptaan.

3.    Prosedur dan syarat pendaftaran hak cipta:
a.    Mengisi formulir pendaftaran yang tersedia di kantor Ditjen HAKI;
b.    Surat permohonan pendaftaran ciptaan mencantumkan:
a)    Nama, kewarganegaraan dan alamat pencipta
b)    Nama, kewarganegaraan dan alamat pemegang hak cipta
c)    Nama, kewarganegaraan dan alamt kuasa, jenis dan judul ciptaan
d)    Tanggal dan tempat ciptaan diumumkan untuk pertama kali
e)    Uraian ciptaan.
c.    Surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya dapat diajukan untuk suatu ciptaan;
d.    Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang hak cipta berupa fotokopi KTP atau paspor;
e.    Apabila pemohon badan hukum, maka pada surat permohonannya harus melampirkan turunan resmi akta pendirian badan hukum tersebut;
f.    Melampirkan surat kuasa, bilamana permohonan tersebut diajukan oleh seorang kuasa, beserta bukti kewarganegaraan kuasa tersebut;
g.    Apabila permohonan tidak bertempat tinggal di Indonesia, maka untuk keperluan permohonan pendaftaran ciptaan pemohon harus memiliki tempat tinggal dan menunjuk seorang kuasa di dalam wilayah Indonesia;
h.    Apabila permohonan pendaftaran ciptaan diajukan atas nama lebih dari satu orang dan atau suatu badan hukum, maka nama-nama pemohon harus dianalisi semuanya, dengan menetapkan satu alamat pemohon;
i.    Apabila hak ciptaan tersebut telat dipindahkan, agar melampirkan bukti pemindahan hak;
j.    Melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau penggantinya;
k.    Membayar biaya permohonan pendaftaran ciptaan.
l.    Melampirkan NPWP.

4.    Berakhirnya perlindungan hak cipta
Berakhirnya perlindungan hak cipta tergantung pada jenis ciptaan dan subjek pemegang hak cipta. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada label berikut ini:

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.167.242.107

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online