Apa itu Detox Hati - Liver Detoxification

Apabila anda tengah menjalani detoksifikasi pada tubuh anda, dan menemukan liver anda tidak sehat maka usaha anda untuk “bersih-bersih” tidak bisa cepat dan racun yang beredar ke dalam darah justru akan semakin banyak. Tak bisa dipungkiri bahwa kita hidup dikelilingi racun, bahkan dalam tubuh kita pun terdapat banyak sekali racun. Namun tak banyak orang yang peduli dengan kondisi ini, padahal ketika mereka merasakan tubuh mereka mudah letih, dan lesu atau mudah mengantuk, itu sinyal yang diberikan tubuh kita bahwa sudah terlalu banyak racun yang menumpuk sehingga menghambat proses metabolise tubuh. Untuk membersihkannya lakukan detoksifikasi. Detoksifikasi (Inggris: detoxification, detox) merupakan lintasan metabolism yang bisa mengurangi tumpukan racun dalam tubuh manusia dengan sistem penyerapan, distribusi, biotransformasi dan ekskresi molekul toxin. Pada dasarnya tubuh kita sudah dilengkapi dengan sistem canggih untuk membersihkan organnya, namun jika konsentrasi masuknya racun terlalu intens maka sistem ini dapat rusak juga. Salah satu organ tubuh yang mampu melakukan detoksifikasi adalah hati atau liver. Detoksifikasi pada liver yang sehat dapat dilakukan dengan dua fase.

Detoksifikasi pada liver

Fase I dalam proses detoksifikasi liver ini adalah mengubah zat kimia yang berbahaya menjadi jinak atau tidak berbahaya dengan bantuan enzim Cytochrome P-450. Pada proses pengubahan zat berbahaya ini, hasil pembuangannya berupa radikal bebas apabila berlebih akan menyebabkan kerusakan sel hati. Untuk mengoptimalkan fungsi hati pada fase I ini diperlukan antioksidan yang cukup untuk mengurangi resiko kerusakan hati. Antioksidan ini didapat dari bahan makanan dengan kandungan vitamin C, E, dan beta karotin yang cukup. Dengan kata lain, untuk memaksimalkan aktivasi sistem enzim pada fase I ini dibutuhkan makanan yang mengandung vitamin seperti riboflamin dan niacin. Selain itu asupan makanan yang mengandung mineral seperti magnesium, besi, serta seng merupakan zat mendukung bagi aktifasi sistem kerja enzim ini. jika pada proses atau fase I ini kinerja enzim P-450 tidak maksimal sedangkan pasokan racun terus saja masuk tanpa dikendalikan, maka lama-kelamaan liver akan mengalami kerusakan sehingga tubuh tidak mampu melakukan detoksifikasi secara alamiah.

Detokfisikasi pada liver selanjutnya bekerja mengubah racun menjadi bentuk yang lebih mudah larut dalam air yang kemudian akan dikeluaran atau dibuang bersamaan dengan cairan urine. Pada fase II ini dibutuhkan beberapa enzim pendukung seperti cysteine, glycine (molekul sulfur). Untuk membantu sistem kerja hati pada fase II ini, hati membutuhkan asam amino seperti taurine, cysteine, glycine, glutamine, dan vitamin seperti choline juga inositol. Dalam fase ini, glutation yang berguna sebagai antioksidan dan juga berfungsi melindungi hati juga diperlukan sebagai enzim yang mendukung prosesdetoksifikasi pada liver ini.

Apabila proses detoksifikasi pada liver ini berjalan tidak lancar, maka hati atau liver akan terbebani dengan timbunan racun yang dapat berakibat matinya sel-sel dan mikroorganisme yang kemudian akan menumpuk dalam darah yang dapat merusak sistem imun alami tubuh. Jika sampai pada kondisi sepereti ini, tubuh khususnya sistem imun akan menghasilkan zat kimia yang bisa memicu timbulnya peradangan yang akut. Beberapa kasus yang muncul dari auto-antibodi ini antara lain munculnya alergi, inflamasi, pembengkakan kelenjar, infeksi yang berulang, juga penyakit yang disebabkan auto-imun ini. Pada jaman sekarang resiko terjangkit penyakit ini atau melemahnya fungsi detoksifikasi pada liver lebih besar. Hal ini disebabkan karena pola makan yang tinggi lemak dan kesadaran akan kesehatan hati yang kurang. Untuk mengurangi dan menjaga fungsi hati anda, lakukanlah pencengahan sedini mungkin slah satunya dengan melakukan program smart detox yang merupakan pola detoks modern

 

Advertisement

Online Chat

comes_onweb

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter

Your IP: 54.226.172.30

Contact

CORRESPONDENCE
Alamanda Tower lt 17 AB,
Thamrin Residences,
Jl. Thamrin Boulevard
Jakarta 10340

CALL :
TEL / FAX:  (021)7522698

CONTACT :
Email : ahoesodo@gmail.com
YM : ahoesodo@yahoo.com

Maaf, tidak melayani konsultasi hukum online